Fenomena bahasa remaja 2015

Pasti kalian semua sering mendengar kata-kata Baper dan Kepo, right?

Ini semacem singkatan, entah berasal darimana dan siapa yang mencetuskannya. Biasanya remaja yang belum menemukan jati diri lebih mudah ikut-ikutan dengan fenomena baru ini, Kepo dan Baper. Oke, kita mulai analisa.

  1. Kepo

Kepo itu adalah singkatan dari Knowing Every Particulary Object. Hal ini sering terucap ketika salah satu atau lebih dari teman kalian menanyakan aktivitas atau kegiatan yang kamu pernah/sedang/akan lakukan. Dengan kata lain, mereka ingin tahu. Ada yang salah dengan sikap tersebut? Akan tetapi,  jika kita analisa lebih lanjut, keingintahuan terbagi menjadi dua; hanya ingin tahu, dan peduli. Kamu cukup pandai untuk membedakannya. Yang perlu di garis bawahi disini adalah mereka yang peduli. Bukankah orang yang peduli kepadamu sangat langka. Sahabat dari Ali bin Abi Thalib pun pernah bertanya, “Wahai Ali, berapakah sahabat yang kau miliki?” Lalu Ali menjawabnya, “Akan ku hitung saat aku tertimpa musibah”. Kalian harus bersyukur jika ada yang peduli kepada kalian. Jangan pernah kalian lukai dengan kata “Kepo”. Niatnya untukmu baik, hargailah kehadirannya.

  1. Baper

Baper adalah singkatan dari Bawa Perasaan. Kata Baper ini sedang sangat popular dikalangan remaja Indonesia. Ketika kita mulai analisa lebih lanjut, kata Baper menandakan dia manusia. Mengapa manusia? Karena yang membedakan manusia dan makhluk lainnya adalah akal dan hati. Baper tandanya memiliki hati dan perasaaan. Oleh karena itu, mereka suka membawanya . Namun sayangnya, banyak yang menyalahartikan kata-kata ini. Mulai dari menangis akibat rindu kampung halaman, menangis karena dipermalukan didepan umum, mengingat kenangan indah, cemburu, tersenyum karena kebaikan seseorang, kita dijuluki Baper. Analisa lebih lanjut, coba kita perhatikan akar permasalahannya. Dimana letak kesalahan orang Baper? Bukankah semua orang pernah merasakan Baper? Lantas mengapa merendahkan orang lain yang memiliki perasaan lebih peka, hargailah. Dengan menghargai kekurangan orang lain, kekurangan yang kita miliki juga akan dihargai olehnya.

Mari kita analisa lebih mendalam, bagaimana jika di dunia ini tidak ada orang yang terlalu peka? Apa ada Hukum Newton? Apa ada Hukum Archimedes? Bagaimana dengan Hukum Heliosentris? Ini semua bersumber dari kepekaan yang menghasilkan berbagai hukum dan postulat yang kita gunakan dalam belajar. Ini terjadi karena kepekaan terhadap akal. Bagaimana dengan hati atau yang beken dengan kata Baper? Jika tidak ada orang yang peka terhadap perasaan, tidak akan ada obat di Farmasi, dokter, atau ibu yang baik. Semuanya tercipta akibat anugrah kepekaan yang dimiliki manusia. Manusia akan iba ketika melihat orang sakit. Mereka akan berusaha membantu (sebutan bagi dokter) dan membuat obat pereda sakit. Seorang ibu akan bersedih ketika gadis kecilnya terjatuh dan terluka. Ini semua berasal dari Bawa Perasaan yang kalian olok-olok saat ini maknanya.

Mungkin paragraf diatas agak rancu dari istilah Baper zaman sekarang. Namun hal diatas membuktikan bahwa dibalik hal yang kalian perolok-olok sekarang (Baper atau kepekaan) itu bermanfaat bagi berlangsungnya kesejahteraan manusia. Jika ada teman kalian yang memiliki sifat diatas, bersyukurlah. Karena Rasulullah pun mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama. Jika kalian menemukan orang Baper yang menurut kalian ke-Baper-annya negatif, kuncinya hanya satu: cobalah berpikir positif. Dibalik sifatnya itu, pasti tersimpan sejuta alasan. Jika alasannya baik, tersenyumlah. Jika alasannya tidak bisa kamu terima, lapangkanlah hatimu, cobalah hargai dia. Hidup itu tak bisa berjalan seperti yang kau inginkan seluruhnya, kita hanya pemain, bukan sutradara.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Fenomena bahasa remaja 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s